Penduduk Desa Kotajin sebagian besar bekerja sebagai petani dan Tanaman unggulan meliputi tanaman pangan yaitu padi dan jagung serta sayur-sayuran. Selain komoditas pertanian, sebagian penduduk juga bekerja mengembangkan sector industri kecil antara lain pembuatan sapu ijuk, anyam-anyaman, batako. Mengingat pemasaran hasil pertanian relative dekat maka banyak pula penduduk desa sebagai pedagang beras, jagung dan sayur mayor. Mereka memperoleh dagangannya langsung dari petani yang kemudian dipasarkan melalui pedagang keliling yang menjual hasil bumi dari Desalangsung ke konsumen. Di antara mata pencaharian tersebut di atas, penduduk/masyarakat juga berprofesi sebagai guru, TNI/POLRI, karyawan swasta, tenaga medis, jasa transportasi serta nelayan.
Hal yang dikembangkan sebagai salah satu usaha untuk mendobrak perekonomian masyarakat untuk mendukung usaha peningkatan hasil usaha di bidang pertanian dan usaha penyelamatan lingkungan di masing-masing dusun di desa adalah membentuk kelompok tani dan kelompok ternak sesuai dengan usaha masing-masing yang ada di dalam kelompok masyarakat.
Salah satu indikator ekonomi untuk mengukur hasil pembangunan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari data PDRB dapat dilihat pertumbuhan ekonomi suatu Desa dan kontribusi sektor dalam kegiatan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Desa Kotajin cukup fluktuatif dikarenakan adanya pandemic Covid-19, sehingga pertumbuhan ekonomi hanya mengalami kenaikan kurang lebih 10 %.